Ada beberapa faktor psikologis dan situasional yang bisa menjelaskan mengapa pandangan dan tindakan seseorang bisa berbeda ketika berada di posisi bawah dibandingkan ketika menduduki posisi atas: Perspektif yang Berbeda: Ketika berada di bawah, fokus kita sering kali pada kesulitan dan ketidakadilan yang kita alami secara langsung. Kita melihat solusi ideal dari sudut pandang penerima kebijakan... Continue Reading →
kenapa saat melihat lalat atau serangga sebagian besar orang akan memukul nya, ketika melihat kecoa akan menginjaknya ?
Perilaku memukul lalat dan menginjak kecoa kemungkinan besar berakar pada kombinasi faktor: persepsi bahaya/kebersihan, ukuran dan kecepatan, serta respons budaya/instingtif yang dipelajari. Berikut rinciannya: 1. Persepsi Bahaya dan Kebersihan: Kecoa: Secara umum dianggap sebagai hama yang sangat menjijikkan dan pembawa penyakit. Mereka sering ditemukan di tempat-tempat kotor seperti saluran pembuangan, tempat sampah, dan area lembap.... Continue Reading →
kumpulkan semua yang lemah, jadilah kuat, strategi dari mana ini ?
"Kumpulkan semua yang lemah, jadilah kuat" adalah strategi yang sering dikaitkan dengan seni perang dan taktik militer, terutama yang menekankan pada konsolidasi kekuatan sebelum menyerang. Meskipun tidak secara eksplisit tertulis dalam satu karya tunggal dengan kalimat persis seperti itu, prinsip ini tercermin dalam berbagai pemikiran strategis, termasuk: The Art of War karya Sun Tzu: Meskipun... Continue Reading →
apakah dengan menutup mata sendiri untuk waktu yang sangat lama dapat menyembuhkan minus atau plus ?
Tidak, menutup mata sendiri untuk waktu yang sangat lama tidak dapat menyembuhkan mata minus (miopia) atau mata plus (hipermetropia). Mata minus dan mata plus adalah kondisi refraksi yang disebabkan oleh bentuk bola mata yang tidak sempurna atau kelengkungan kornea yang tidak sesuai. Kondisi ini menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak fokus tepat di retina,... Continue Reading →
apa orang yang suka me time itu termasuk orang yang kesepian ?
Tidak selalu. Menyukai me time dan merasa kesepian adalah dua hal yang berbeda, meskipun terkadang bisa terjadi bersamaan. Menyukai me time seringkali merupakan pilihan yang sadar dan positif, yang didorong oleh beberapa faktor: Kebutuhan akan Pemulihan Energi: Interaksi sosial bisa sangat menguras energi bagi sebagian orang, terutama mereka yang cenderung introvert. Me time memberikan kesempatan... Continue Reading →
Asal rasisme ?
Asal usul rasisme adalah isu yang kompleks dan berakar dalam sejarah panjang interaksi manusia, kekuasaan, dan ideologi. Tidak ada satu titik awal yang tunggal, tetapi rasisme berkembang melalui berbagai tahap dan konteks. Berikut adalah beberapa faktor dan periode penting dalam perkembangan rasisme: 1. Prasangka Antarkelompok yang Kuno: Sejak zaman kuno, manusia cenderung membentuk kelompok sosial... Continue Reading →
kenapa manusia selalu mengkotak kotakkan segala hal misal suku, ras, agama, bukannya waktu kita di lahirkan tidak membawa apa apa, meninggal juga tidak bisa membawa apapun ?
pertanyaan filosofis yang mendasar tentang sifat manusia dan interaksi sosial. Kecenderungan manusia untuk mengkotak-kotakkan segala hal, termasuk suku, ras, dan agama, memang tampak bertentangan dengan kenyataan bahwa kita dilahirkan dan meninggal dalam keadaan yang sama. Ada beberapa faktor kompleks yang mendasari perilaku ini: 1. Kebutuhan akan Identitas dan Kepemilikan: Identitas Sosial: Sejak lahir, manusia memiliki... Continue Reading →
banyak di kota besar di indonesia di jakarta misalnya banyak preman, pungli, tukang parkir, pak ogah yang menjamur di jalanan, kenapa tidak menerjunkan patroli polisi berjalan untuk kota kota besar saja seperti di hongkong dan jepang agar wna yang mau berinvestasi atau turis yang datang bisa melihat keamanan negara kita ?
keprihatinan yang dirasakan banyak orang di kota-kota besar Indonesia, termasuk Jakarta, terkait masalah premanisme, pungutan liar (pungli), parkir liar, dan "pak ogah". Keberadaan mereka memang dapat menciptakan citra negatif dan rasa tidak aman, terutama bagi warga negara asing (WNA) yang berpotensi berinvestasi. Ada beberapa alasan mengapa pengerahan polisi berjalan kaki secara masif dan rutin di... Continue Reading →
asal kata cincai dari mana ?
Kata "cincai" berasal dari bahasa Hokkien (salah satu dialek bahasa Tionghoa) yaitu 凊彩 (chhìn-chhái). Dalam bahasa Hokkien, "chhìn-chhái" memiliki arti: Terserah Anda Apa pun Sembarang Kasual Tidak terlalu dipikirkan Kata ini kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Melayu, mempertahankan makna fleksibel, mudah diatur, atau tidak terlalu mempermasalahkan sesuatu. Selain "cincai", ada banyak kata... Continue Reading →
bicara gampang, praktekya susah
Seringkali kita menemukan bahwa menyampaikan ide atau teori itu jauh lebih sederhana daripada benar-benar mewujudkannya. Ada banyak faktor yang bisa membuat "bicara gampang, prakteknya susah": Kompleksitas Pelaksanaan: Teori mungkin terlihat sederhana di atas kertas, tetapi ketika diterapkan, kita berhadapan dengan berbagai detail, hambatan tak terduga, dan kerumitan yang tidak terlihat sebelumnya. Keterampilan dan Pengalaman: Menerapkan... Continue Reading →
